Pages

Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 2

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 3

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Tampilkan postingan dengan label Alam semesta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam semesta. Tampilkan semua postingan

5.1.10

Mendaki gunung Gede Pangrango mahal

Peraturan naik gunung Gede Pangrango sebelum manajemenya terkontruksi orang-orang yang rakus akan harta adalah :

Pendaftaran dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 - 15.30 wib, bertempat di Kantor Balai Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi saat mendaftarkan diri :


1
Minimal pendakian dilakukan oleh 3 orang.
2
Menyertakan fotocopy KTP atau kartu identitas diri yang masih berlaku.
3
Pendaftaran dilakukan minimal 3 hari sebelum pendakian dan maksimal 1 bulan.
4
Biaya masuk + asuransi sebesar Rp. 4000,-/orang
5
Pendaki dibawah usia 17 tahun harus ada ijin tertulis dari pihak orang tua.
Larangan yang harus ditaati pengunjung / pendaki
1
Dilarang membawa pasta gigi (odol), sabun, shamphoo dan bahan-bahan yang dapat mencemarkan .
2
Dilarang membawa senjata tajam (pisau, golok, dll) dan senjata api. Setiap regu mendapat dispensasi 1 pisau lipat (mintalah dispensasi kepada petugas/jagawana)
3
Dilarang membawa spidol, pilox.
4
Dilarang mengambil (memetik), memindahkan, menambahkan sesuatu di kawasan TNGP
5
Dilarang membuat Api ungun
6
Dilarang membunuh tumbuhan dan hewan


Kewajiban yang harus dipenuhi
1
Membawa tenda, rain coat, sleeping bag, senter (baterai + bohlah cadangan), matras
2
Membawa peralatan memasak
3
Membawa P3K
4
Membawa pakaian ganti
5
Memakai sepatu yang menutupi mata kaki
Cara mencapai lokasi :

o Jakarta - Bogor - Cibodas / Cipanas (Cianjur), ± 100 km (± 2,5 jam)
o Bandung - Cipanas / Cibodas (Cianjur), ± 89 km (± 3 jam)
o Jakarta - Bogor - Selabintana / Pondok Halimun (Sukabumi), ± 85 km (± 2,5 jam)
o Bandung - Selabintana / Pondok Halimun (Sukabumi), ± 95 km (± 3,5 jam)


Tetapi setelah manajemen dimasuki Orang -orang yang rakus akan harta yang selalu memanfaatkan alam milik yang maha kuasa berubah total menjadi : 

Syarat-syarat yang harus dipenuhi saat mendaftarkan diri :
1
Minimal pendakian dilakukan oleh 3 orang.
2
Menyertakan fotocopy KTP atau kartu identitas diri yang masih berlaku.
3
Pendaftaran dilakukan minimal 3 hari sebelum pendakian dan maksimal 1 bulan.
4
Biaya masuk + asuransi sebesar lebih dari Rp. 200.000

5
Pendaki dibawah usia 17 tahun harus ada ijin tertulis dari pihak orang tua.
Larangan yang harus ditaati pengunjung / pendaki
1
Dilarang membawa pasta gigi (odol), sabun, shamphoo dan bahan-bahan yang dapat mencemarkan .
2
Dilarang membawa senjata tajam (pisau, golok, dll) dan senjata api. Setiap regu mendapat dispensasi 1 pisau lipat (mintalah dispensasi kepada petugas/jagawana)
3
Dilarang membawa spidol, pilox.
4
Dilarang mengambil (memetik), memindahkan, menambahkan sesuatu di kawasan TNGP
5
Dilarang membuat Api ungun
6
Dilarang membunuh tumbuhan dan hewan


Kewajiban yang harus dipenuhi
1
Membawa tenda, rain coat, sleeping bag, senter (baterai + bohlah cadangan), matras
2
Membawa peralatan memasak
3
Membawa P3K
4
Membawa pakaian ganti
5
Memakai sepatu yang menutupi mata kaki
Cara mencapai lokasi :

o Jakarta - Bogor - Cibodas / Cipanas (Cianjur), ± 100 km (± 2,5 jam)
o Bandung - Cipanas / Cibodas (Cianjur), ± 89 km (± 3 jam)
o Jakarta - Bogor - Selabintana / Pondok Halimun (Sukabumi), ± 85 km (± 2,5 jam)
o Bandung - Selabintana / Pondok Halimun (Sukabumi), ± 95 km (± 3,5 jam)


 

18.12.09

Naik Gunung Gede Pangrangao hanya Untuk Kalangan Atas

Setiap manusia pasti ingin sekali melihat semua keindahan alam ciptaan Tuhan,,,,!!
tetapi kalau melihat itu semua harus dengan biaya yang cukup besar... gimana mau bisa dinikmati olah kalangan bawah,,,??

Berikut pengalaman teman yang ingin mendaki Gunung Gede Pangrango...:
Pada hari Jumat tanggal 28 Agustus, saya mendaftar untuk mendaki Gunung
Gede di Jawa Barat lewat kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede
Pangrango untuk tanggal 4 September 2009. Tapi alangkah terkejutnya saya
ketika ada peraturan baru yang berlaku per tanggal 01 September 2009.
Yaitu setiap pendaki gunung harus didampingi oleh guide yang disediakan
oleh BBTNGGP. Tarifnya per 2 hari adalah RP 325.000.

Kalau melihat pengalaman yang di alami teman kita sesama pencinta alam ini kejadianya sangat mengenaskan
dan sangat di sesali, mengapa dan apa tujuan semua ini...

Gunung Gede Pangrango yang jelas-jelas indah untuk di lihat dan sangat pas untuk para pendaki-pendaki pemula ternyata cukup mahal untuk melihat keindahanya.

Anak-anak pelajar pecinta alam yang biasanya bisa mendaki dengan harga yang murah sekarang harus menabung untuk bisa mendaki gunung Gede Pangrango.
Tolong di beri tahu apa tujuan dengan adanya perubahan peraturan ini....

kalau kejadianya seperti ini pasti ada timbul pertanyaan..!!

Apa sebenarnya rencana yang ada di benak para pengurus Gunung Gede Pangrango....???
Apakah dia sudah penat dengan tingkah laku para pendaki ....????
Apakah semata-mata hanya mencari kekayaan semata....????
Apakah bertujuan agar para pendaki kapok mendaki TNGP....??
Apakah semua ini untuk kesejahteraan masyarakat sekitar....???



Semua keindahan ini sekarang sangat mahal harganya,,,,!



Dan hanya bisa di nikmati oleh kalangan atas dan turis asing saja,,,,,!




baGaimana Kalau Anak cucu kita maU liHat keindahNya,,,,??







Indah Tapi mahal haRganya,,,,!!




    toLong cari tahu kenaPa bisa begini jadinyA,,,,!

6.12.09

Montana TNGP

Belakangan ini muncul kegiatan tidak produktif oleh oknum2 masyarakat yang sangat merugikan pendaki dan Kawasan Taman Nasional. Dalam melakukan kegiatannya mereka mengaku-ngaku sebagai Volunteer Taman Nasional Gn.Gede Pangrango, sayangnya kegiatannya itu malah merugikan TNGP dan pengunjung TNGP. Khususnya pendaki. Apalagi yang baru mo kenalan ama Gn.Gede. Kegiatannya yang sangat merugikan adalah menjadi penunjuk jalan bagi para pengunjung yang belum mendapatkan Surat Ijin Masuk Kawasan TNGP (karena blm booking or yg blm tau system booking) untuk bisa masuk kawasan melalui jalur2 ilegal (jalur pemetik konya) dengan menetapkan tarif tertentu bagi sang tamu. Biasanya, minimal Rp. 10000/org.

Untuk mencari korban mereka biasanya menghampiri para pendaki yang baru turun dari mobil, lalu menanyakan surat ijin dan mengaku sebagai petugas or volunteer.

Para pendaki yang memanfaatkan jasa para “guide” illegal ini, secara sadar diri telah menghampiri el-maut. Bagaimana tidak, “guide” dan tamu ini mengadakan kesepakatan apabila kepergok petugas resiko ditanggung sendiri. Mending kalo cuma petugas yang ketemu, gimana kalo malaikat maut yg menampakan diri? Alhamdulillah, belum ada kejadian seperti yang sangat ditakutkan, tapi kita ngk ada yang tahu kapan, “penampakan” malaikat maut itu akan muncul. Di hutan lagi….

(Ssst… Padahal kalo udah malem buanget, petugas tuh udah kecapean jaga. Umur yang sudah tidak memungkinkan untuk begadang, di tambah dinginnya hawa Gn.Gede, maka wajar kalo mereka harus istirahat kayak kita2 juga. Anak2 volunteernya emang pada doyan begadang sambil memantau situasi, tapi kami selaku volunteer TNGP tidak berhak mengambil alih tugas POLHUT TNGP. Kewajiban kami sebagai relawan disana hanya sebatas menyampaikan informasi ttg TNGP dan menganjurkan+mengingatkan kepada kawan2 pendaki untuk mentaati peraturan dan norma2 yg berlaku untuk kebaikan kita bersama atau membantu sesama yg sedang dalam kesulitan.)

Akibat lainnya adalah rusaknya kawasan yg digunakan, memang yg digunakan adalah jalur2 yg sudah bisa dilalui untuk memetik konyal. Tapi jalur2 itu adanya di zona rimba dan zona inti, contohnya jalur dari Pasir Sumbul. Jalur alternative (supaya ngk bayar or mo sok jagoan?) yg langsung menuju Pangrango ini, kondisinya sangat menyedihkan, selain sampah dan bukaan lahan bekas camp, erosi juga terjadi dijalur menuju puncak Geger Bentang. Kondisi yg sama juga terjadi dijalur2 pemetik konyal di sekitar lap golf dan dari Kebun Raya Cibodas, cuma ngk ada bekas bukaan lahan aja. Padahal dibeberapa lokasi tadi menjadi tempat hidup hewan langka, satwa dirgantara nasional, Elang Jawa. Yang sangat peka sekali terhadap gangguan.

Buat kawan2 bila lain waktu berurusan dengan yg ngaku2 volunteer di TNGP, khususnya di wilayah Resort Cibodas, tolong dipastikan identitas mereka. Sukarelawan Montana dilengkapi dgn seragam Volunteer TNGP dan kartu identitas organisasi. Ada Kartu Anggota, Kartu Simpatisan dan Kartu Siswa PENABU. Bila mereka tidak dapat menunjukan ID card, kawan2 wajib menolak berurusan dengan mereka. Begitupun dalam hal pelayanan dalam kawasan, seperti pemeriksaan barang bawaan, kawan2 berhak menanyakan ID si pemeriksa bila dirasa meragukan. Dan berhak pula mengajukan keberatan diperiksa oleh volunteer (karena yg berhak memeriksa adalah POLHUT TNGP). (Jadi ane kagak cape …) Jika mendapatkan Anggota Sukarelawan Montana yg bertingkah-laku tidak sesuai dengan prinsip2 ke-volunteeran, aturan dan norma2 yg berlaku di masyrakat tolong konfirmasikan langsung kepada Badan Pengurus Montana dengan cara yg bertanggung jawab. Tolong ingatkan kami, sehingga kegiatan kami tidak menjadi sia2 dunia akhirat. Dan kita tidak menjadi manusia yang sia-sia.



sumber: milis Pendaki - capt montana [montanaers@yahoo.com]

28.11.09

Gunung Lawu dan keindahanya

Gunung Lawu Gunung Lawu (3.265 m) berdiri kokoh diperbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, banyak menyimpan sejuta misteri dan legenda. Dalam legenda Gunung Lawu dipercayai sebagai tempat bertapanya Raden Brawijaya atau dikenal dengan Sunan Lawu setelah mengundurkan diri dari kerajaan Majapahit, dan beliau dipercaya sebagai penguasa seluruh makhluk yang ada di Gunung Lawu.

Gunung Lawu juga mempunyai kawah yang namanya sang

at terkenal yakni Kawah Condrodimuko, yang dipercaya masyarakat sekitar sebagai tempat menggodok tokoh pewayangan yaitu Raden Gatutkaca, salah satu dari Pandawa Lima. Di gunung ini juga banyak tempat-tempat keramat antara lain Sendang Draj

at, Argo Dalem, Argo Dumilah, Pasar Dieng, Batu Tugu "Punden Berundak", Lumbung Selayur, Telaga K

uning dan masih banyak lagi. Gunung ini juga ditumbuhi bunga Ed

elweis berwarna merah muda, kuning dan putih.


Gunung Lawu by indobackpacker

Gunung Lawu menyimpan misteri pada masing-masing dari tiga puncak utamanya dan menjadi tempat yang dimitoskan sebagai tempat sakral di Tanah Jawa. Harga Dalem diyakini sebagai tempat pamoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas, H

arga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, dan Harga Dumilah merupakan tempat yang penuh misteri yang sering dipergunakan sebagai ajang menjadi kemampuan olah batin dan meditasi.

Setiap orang yang hendak pergi ke puncaknya harus memah

ami berbagai larangan tidak tertulis untuk tidak melakukan sesuatu, baik

bersifat perbuatan maupun perkataan. Bila

pantangan itu dilanggar di pelaku diyakini bakal bernasib naa

s. Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan/Cakrasurya, dan Pringgodani.

Desa Cemoro Sewu maupun dukuh Cemoro kandang yang hanya berjarak sekitar 1 kilometer merupakan gerbang pendakian ke puncak Lawu atau lebih dikenal dengan nama Argo Dumilah, letaknya berada tidak jauh dari kota dan dilintasi oleh jalan raya tertinggi di pulau Jawa yaitu sekitar 1.878 meter dari permukaan air laut. Ka

rena letaknya yang mudah dijangkau, Gunung Lawu ini banyak dikunjungi pendaki pada Minggu dan hari-hari libur. Bahkan pada bulan Suro (Tahun Baru menurut

penanggalan Jawa), kita akan menemui bahwa mereka yang mendaki bukan saja untuk ke puncak gunung Lawu, tetapi juga banyak diantaranya adalah peziarah, pertapa dan berbagai tujuan lainnya.


Perjalanan menuju puncak gunung lawu

Kedua daerah gerbang pendakian tersebut merupakan daerah berbentuk saddle antara daerah tujuan wisata Sarangan yang terkenal dengan danaunya dan Tawangmangu dengan air terjunnya. Kedua jalu

r Selatan ini adalah yang paling banyak dilalui karena jalurnya mudah dan pemandangannya sangat indah.

Untuk mencapai daerah ini. Dari arah Surabaya menuju Madiun diteruskan ke Magetan dengan bus, kemudian naik colt menuju Sarangan (1.286 m.dpl), dari sini kita naik colt jurusan Tawangmangu turun di Cemoro Sewu atau Cemoro Kandang. Kalau dari arah Solo, kita naik bus menuju Tawangmangu (1.000 m.dpl), lalu naik co

lt jurusan Sarangan berhenti di Cemoro Kandang atau Cemoro Sewu. Angkutan umum/colt dari Tawangmangu ke Sarangan atau arah sebaliknya agak sulit ditemui mulai pukul 16.00 wib.

Segala fasilitas umum antara lain hotel, wartel yang paling dekat adalah di daerah wisata Sarangan terletak 5 kilometer dari Cemoro Sewu atau di Tawangmangu yang juga merupakan tempat wisata. Walau demikian, kita dapat menginap dirumah-rumah penduduk. Kita juga bisa memenuhi kebutuhan logistik tambahan untuk pendakian di warung-warung yang ada di desa gerbang pendakian ini.

Gerbang Jawa Timur ,lewat Desa Cemoro Sewu

Desa Cemoro Sewu (1.800 m dpl) kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan merupakan gerbang pendakian dari jalur Jawa Timur adalah daerah yang sangat subur. Daerah yang dihuni 20 keluarga dengan mata pencaharian utama adalah bertani ini tampak hijau, bersih sehingga menyejukkan mata yang melihatnya.

Penduduknya sangat rukun, suka gotong-royong, ramah terhadap para pendatang dan sangat peduli terhadap kebersihan lingkunganya, ini terbukti dengan didapatnya tropi Jawa Timur tahun 1991 dan Kalpataru untuk katagori Pengabdi Lingkungan tahun 1992 oleh Bapak Sardi Kamituwo desa Cemoro Sewu.

Jalur yang dimulai dari Cemoro Sewu (1.800 m.dpl) ini adalah yang paling sering digunakan untuk pendakian, panjangnya 6.5 km, berupa jalan makadam mulai desa sampai mendekati puncak. Di desa Cemoro Sewu ini kita mempersiapkan air untuk perjalanan naik dan turun. Kita akan melewati hutan pinus dan akasia di sisi kiri dan kanan sampai pada ketinggian lk 3.000 m dpl. Dalam pendakian ini kita akan melewati 4 buah pos pada ketinggian 2.100 m, 2.300 m, 2.500 m dan sampai di pos IV dengan ketinggian 2.800 m dpl dengan waktu 4 - 5 jam. Setelah pos IV ini pepohonan mulai rendah sampai kita harus menyusur punggungan, jalannya berupa tanah mendatar dan di sisi kanan terdapat jurang.

Kurang lebih 10 menit kita akan sampai di Sendang Drajat, sebuah sumber air yang dianggap keramat oleh para peziarah. Di daerah sini biasanya juga digunakan untuk bertapa oleh orang-orang yang percaya bahwa akan mendapat "ilmu". Disini terdapat gua selebar 2 meter yang dapat kita pakai untuk bermalam.

Didepan gua terdapat lubang sekitar satu meter yang kadangkala dapat ditemukan air. Jika tidak mau menginap di Sendang Drajat, kita dapat berjalan terus ke Argo Dalem, dengan melewati punggungan bukit sekitar 30 menit, kita akan menemukan pertigaan yang kekiri langsung menuju puncak Argo Dumilah ( 3.265 m dpl) sedang ke kanan menuju ke Argo Dalem (3.148m dpl). Dari pertigaan ini, untuk menuju puncak Argo Dumilah hanya membutuhkan waktu 10 menit.

Alun-alun Argo Dalem merupakan hamparan padang terbuka bervegetasi perdu, memungkinkan kita untuk melihat kearah puncak maupun kelembah di bawahnya. Ada pondok utama yang biasanya menjadi tujuan peziarah yang datang, lengkap dengan barang-barang persembahannya Puncak Gunung Lawu berupa dataran yang berbukit-bukit dan terdapat titik trianggulasi. Dari arah puncak kita dapat menikmati pemandangan yang sangat menawan. Selain Matahari terbit, bila kita memandang ke arah barat, akan tampak puncak Gunung Merapi dan Merbabu, dan arah timur akan terlihat puncak Gunung Kelud, Butak dan Wilis.

Gerbang Jawa Tengah: Desa Cemoro Kandang

Jalur yang dimulai dari Desa Cemoro Kandang ini, panjangnya sekitar 12 km, juga paling sering digunakan untuk pendakian, karena tidak terlalu menanjak dan pemandangannya sangat indah. Diseberang gerbang pendakian terdapat warung-warung, juga bisa untuk menambah logistik, air juga harus dipersiapkan disini untuk perjalanan naik sampai turun lagi.

Kita mulai perjalanan melalui hutan akasia dan pinus dengan kondisi jalan berbatu kurang lebih 1,5 jam, kita sampai pada PosI Taman Sari bawah. Kemudian kita melewati jalan tanah dari hutan cemara dan pinus selama sekitar 30 menit akan menemui Pos II Taman Sari Atas. Dari sini kita masih melewati hutan dan menyisir bukit, setelah perjalanan selama 2,5 jam kemudian kita sampai di pos III Penggik (2.760 m dpl).

Dari pos penggik ini kita menuju ke Pos IV Cokrosuryo dengan melewati hutan, kemudian menyisir bukit, disebelah kiri kita adalah jurang, waktu yang dibutuhkan sekitar 1,5 jam. Jika tidak ingin menginap di Cokrosuryo kita bisa berjalan terus ke Argo Dalem dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Dalam perjalanan ke Argo Dalem kita akan menemui sebuah pos yang rusak di pertigaan yang kekanan ke Argo Dumilah dan yang lurus menuju Argo Dalem.

Perlengkapan dan Tips

Perjalanan Pendakian ke Gunung Lawu jika melalui Cemoro Kandang membutuhkan waktu 8-9 jam dan 5-6 untuk turun, sedang dari Cemoro Sewu dibutuhkan waktu 6-7 jam untuk pendakian dan 4-5 jam untuk turun. Pakaian yang tahan angin dan tahan air serta peralatan untuk tidur sebaiknya dibawa untuk kenyamanan perjalanan pendakian.

sumbae : http://khatulistiwa.info

25.11.09

Gunung salak penuh misteri


Gunung Salak memang tidak setinggi Gunung Gede, tetangganya. Namun tingkat kesulitan yang dimiliki Gunung Salak begitu angker untuk didaki. Termasuk keberadaan Kawah Ratu yang ada di wilayahnya.

Gunung Salak dapat didaki dari beberapa jalur, yakni jalur Wana Wisata Cangkuang Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi, Wana Wisata Curug Pilung, Cimelati, Pasir Rengit dan Ciawi. Belum lagi jalur-jalur tidak resmi yang dibuka para pendaki ataupun masyarakat sekitar.

Banyaknya jalur menuju puncak Gunung Salak dan saling bersimpangan tentu membingungkan para pendaki. Banyak diantaranya yang kemudian tersasar dan menghilang.

Banyaknya jalur pendakian banyak pula mitos atau kisah yang menyelimuti Gunung Salak. Selain kawasan ini dianggap suci bagi kalangan masyarakat Sunda wiwitan karena dianggap sebagai tempat terakhir Prabu Siliwangi.

Lokasi ini ternyata juga disebut banyak menyimpan harta karun peninggalan Belanda. Harta itu berupa emas murni yang dimasukan di dalam peti. Dan peti-peti itu kemudian dikubur di empat titik terpisah di area Gunung Salak.

Harta tersebut sengaja di kubur VOC, karena takut diambil tentara Jepang yang masuk ke Indonesia 1942. “Mereka (VOC) takut emas-emas yang mereka kumpulkan direbut Jepang yang waktu itu berusaha mengusir Belanda dari Indonesia,” ujar tokoh masyarakat Cidahu, Sukabumi.

Setelah sukses menguburnya, mereka kemudian membuat peta penunjuk arah yang disertai tanda-tanda fisik lokasi. Waktu itu VOC berharap ketika mereka datang lagi ke Indonesia harta yang disimpan bisa diambil kembali.

Tapi kenyataanya setelah Jepang keluar, Indonesia kemudian merdeka tahun 1945. Akhirnya serdadu Belanda dan VOC tidak bisa masuk lagi ke Indonesia. Tentu saja harta-harta yang dikubur itu tidak bisa diambil kembali.

Kabar tentang adanya harta timbunan itu di Gunung Salak sempat beredar tahun 1953. Waktu itu, sejumlah warga Cidahu mendengar kalau harta karun itu di kubur di wilayah kaki Gunung Salak tersebut. Info yang mereka terima tanda fisik tempat penyimpanan harta itu adalah tembok yang tebalnya 120 centimeter persegi.

Ada lagi yang mengatakan kalau disekitar Kawah Ratu ada juga harta yang ditimbun. Alhasil, karena kabar tersebut, hampir seluruh warga Cidahu beramai-ramai mencarinya. Setiap ada tembok sisa peninggalan Belanda mereka hancurkan. Dalam beberapa bulan, tembok sisa pembatas perkebunan milik Belanda dengan penduduk pribumi saat itu, langsung ludes menjadi puing.

Sementara warga yang coba mencari harta itu di sekitar Kawah Ratu banyak yang tewas karena menghadapi medan yang berat di Gunung Salak. Arwah-arwah inilah yang kabarnya bergentayangan di sekitar Kawah Ratu.

Kini kabar harta itu kemudian muncul kembali pertengahan 2006 lalu. Bajari saat sedang menunggu warung miliknya, didatangi tiga pria. Mereka mengaku berasal dari Jakarta. Bahkan salah satu diantaranya mengaku salah seorang cucu soekarno dari Guntur, anak sulung Soekarno.

Tiga pria itu menanyakan tentang beberapa tanda fisik, yang katanya tempat penyimpanan harta karun yang sempat menghebohkan warga Cidahu 1953 lalu. Tanda-tanda fisik yang tertera di peta adalah berupa aliran sungai, pohon bambu, pohon damar dan sebuah tembok berukuran 120 centimeter persegi.

Namun oleh Bajari dikatakan tanda-tanda yang tertera di peta sudah tidak ada lagi. Ukuran wilayah yang tertera di peta tersebut juga sudah banyak yang bergeser sehingga sulit untuk melacaknya.

Menurut pengakuannya Bajari di sekitar Gunung Salak memang banyak harta yang ditanam oleh para pengusaha asal Belanda yang kabur sebelum pendudukan Jepang ke Indonesia. Alhasil kisah emas VOC membuat Gunung Salak semakin misterius.

sumber : http://tenjolaya.wordpress.com

13.11.09

Gunung Rinjani keindahanya



TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI

Taman mencakup area seluas 41.330 ha di bagian utara Lombok dan menempatkan tiga kabupaten administratif Barat, Timur dan Lombok Tengah. Daerah meliputi 12,357.67 ha di barat, 22,152.88 ha di timur dan pusat 6,819.45 ha di Lombok. Rinjani mendominasi Taman Nasional Lombok, sebuah pulau sebelah timur Bali di kepulauan Indonesia. Pada 3726m itu adalah gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia, bagian dari terkenal cincin api yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Dalam kawah adalah danau Segara Anak spektakuler

Gunung Rinjani Lombok
Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726mdpl, mendominasi sebagian besar luas pulau Lombok. Terletak disebelah timur pulau Bali, dapat ditempuh dengan bus langsung Jakarta-Mataram dengan menyeberang menggunakan ferry dua kali (selat bali dan selat lombok). Dapat juga ditempuh dengan menggunakan pesawat terbang dari Bali.

Gunung Rinjani adalah gunung tertinggi ke dua di Indonesia di luar pegunungan Irian Jaya. Gunung Rinjani masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, dengan luas taman sekitar 40.000 hektar. Dikelilingi oleh hutan dan semak belukar seluas 76.000 hektar.

Gunung Rinjani memiliki kawah dengan lebar sekitar 10 km, terdapat danau kawah yang disebut danau Segara Anak dengan kedalaman sekitar 230m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Danau Segara Anak ini banyak terdapat ikan mas dan mujair, sehingga sering digunakan untuk memancing. Dengan warna airnya yang membiru, danau ini bagaikan anak lautan, karena itulah disebut "Segara Anak".

APA YANG ANDA BISA LIHAT
Taman Nasional Gunung Rinjani terletak dalam zona transisi utama (Wallaceae) di mana flora dan fauna di Asia Tenggara yang dramatis membuat transisi ke dalam apa yang khas Australasia. The Park memiliki kekayaan berbagai jenis tanaman dan binatang, walaupun mereka sulit untuk dapat tempat karena hutan hujan dataran dan penutup.
Kadang-kadang terlihat awal di pagi hari adalah daun Eboni langka monyet hitam, yang dikenal secara lokal sebagai Lutung. Long tailed abu-abu monyet atau Kera adalah umum di Lombok dan laki-laki tua yang terlihat di bibir kawah. Rusa rusa penghuni hutan dan kadang-kadang terlihat di sepanjang jalur perjalanan Rinjani. Barking rusa yang lebih kecil atau Kijang memiliki alarm panggilan dengan berbeda seperti anjing menyalak. Cari tanah yang terganggu di mana babi liar atau Babi hutan telah mencari makan. Juga ditemukan di hutan adalah kucing Leopard atau Bodok sayangnya, Palm musang atau Porcupine atau Ujat dan Landak.
Berbagai warna-warni burung hidup di hutan-hutan taman nasional. Mungkin yang paling terkenal ikon dari Park adalah Sulphur Crested Cockatoo yang tidak ditemukan lagi di sebelah barat Lombok. Banyak hewan yang tinggal di hutan, serangga, burung, monyet berutang civets dan kelangsungan hidup mereka kepada pohon ara liar atau Beringin sebagai penyedia makanan dan tempat berlindung. Pinus-seperti spesies Casuarina, Cemara, adalah sebuah fitur pada lereng berumput yang lebih tinggi. Anggrek anggrek atau juga sebuah fitur pada daerah padang rumput, seperti yang Edelweiss atau Bunga Abadi pohon yang tumbuh di atas garis, melainkan sebuah ikon yang indah Park dan salah satu yang paling terkenal tumbuhan sub-alpine.

RINJANI TREK INFORMASI
Rinjani Trek Centre: Pusat terletak di atas trailhead desa tradisional Senaru dan Rinjani Information Centre yang terletak di desa Sembalun Lawang. Mereka menawarkan informasi dan menampilkan bagi pengunjung di perjalanan, Taman Nasional, budaya Sasak dan berbagai kegiatan yang tersedia di Senaru.
Menampilkan meliputi peta, Taman interpretasi, berjalan-jalan desa dan pedoman lingkungan. Semua pengaturan perjalanan dapat dibuat di sini, wisata budaya dan pembelian memesan terbuat dari produk lokal dan kerajinan tangan.
Taman Biaya: Biaya dibayar di Rinjani Trek Centre. Mereka berkontribusi terhadap perlindungan, pemeliharaan dan pengelolaan Taman Nasional, Rinjani Trek rute, desa atraksi dan fasilitas pengunjung.
Panduan dan Porters: terlatih dan berlisensi panduan dan kuli angkut yang tersedia. Anda akan memerlukan tiga hari dan dua malam untuk perjalanan dari Senaru melalui danau kawah yang spektakuler, untuk Sembalun Lawang (atau sebaliknya). Lebih banyak waktu akan diperlukan untuk menjelajahi puncak Gunung. Rinjani.
Semua pengaturan perjalanan dapat dibuat dan dibayar di Rinjani Trek Centre. Jika tidak dengan panduan, pastikan Anda dilengkapi dengan baik dan memiliki pengetahuan tentang gunung keselamatan.
Peringatan: The Rinjani Trek adalah gunung yang menantang berjalan dan Anda harus siap dengan peralatan yang baik, pakaian hangat dan tahan angin. Parah Rinjani dapat menarik badai, keringanan dan angin kencang. Ketika cuaca diselesaikan, matahari sangat ketat dan malam dingin. Bagian dari jalan setapak yang curam dan licin. Hati-hati terhadap cuaca buruk dan risiko terkena basah dan dingin (hipotermia). Jika terperangkap dalam badai listrik, berlindung dan menghindari punggung menonjol. Hati-hati terhadap ular, dan menyengat serangga dan tanaman. Lintah dapat menjadi gangguan pada musim hujan.

Catatan: Setiap tahun, selama musim hujan kegiatan trekking tertutup dari bulan Desember sampai Maret.

Vulkanik Bahaya: Meskipun Mt. Rinjani belum meletus dalam catatan sejarah, Mt. Baru (2.363 m) di danau kawah gunung berapi yang aktif. Hal terakhir meletus pada tahun 1994 secara dramatis. Periksa papan pengumuman untuk bahaya baru-baru ini, dan menerima nasihat dari staf taman dan panduan.
Spring Air: Sumber air segar adalah ciri perjalanan dan menentukan tempat perkemahan. Panduan Anda tahu di mana ini. Selama bulan-bulan kering (Juli-September) beberapa mata air menghilang. Taman staf dan panduan selalu memantau sumber air ini untuk menentukan kelimpahan mereka. Komunikasi: Anda disarankan untuk memastikan bahwa petunjuk ini membawa alat commuinication seperti ponsel. Radio juga tersedia untuk sewa di Rinjani Trek Centre. Dalam keadaan darurat otoritas Taman Nasional juga dilengkapi dengan radio komunikasi.

BUDAYA TIPS

Tersenyum dan menyapa orang-orang, terutama orang tua.
Berjabat tangan, lembut.
Terima keramahan dan makanan. Anda tidak perlu makan dan minum, tetapi sopan untuk ACCEPT.
Mengucapkan selamat tinggal dan terima kasih ketika Anda pergi.
Berpakaian sopan. Perempuan harus menjaga lengan atas dan paha tertutup.
Membungkuk dan berjalan di sekitar orang-orang yang duduk ketika anda harus lulus.
Hanya menggunakan tangan kanan untuk makan dan tangan benda-benda atau uang kepada seseorang.
Pastikan untuk duduk di tingkat yang sama seperti masyarakat lainnya.
Memakai sarung ketika memasuki rumah Melokaq (pemimpin Adat) dan ketika ikut serta dalam ritual dan upacara adat.

Jangan
Memasuki rumah, bangunan atau desa tanpa diundang.
Memakai sepatu di dalam rumah.
Titik pada orang-orang dengan jari Anda. Jangan pernah menggunakan kaki Anda untuk menunjuk objek atau orang.
Titik bagian bawah kaki Anda secara langsung pada orang-orang sambil duduk di lantai.
Menyentuh siapa pun kepala.
Melangkahi orang atau makanan di lantai.
Makan dengan tangan kiri, atau menggunakan tangan kiri Anda untuk memberi atau menerima benda atau uang.
Angkat suara Anda, terutama dalam kemarahan.

Senaru
Desa Senaru, yang mudah 2,5 jam perjalanan dari Mataram atau Senggigi, adalah akses utama ke Taman Nasional. Sebagai tujuan non-trekking juga populer - yang sejuk, penuh bunga-desa pegunungan yang membentang di sepanjang sisi bukit di atas memacu Bayan. Senaru memiliki berbagai macam akomodasi di rumah sederhana tetap (Losmen), dan sejumlah kafe-kafe melayani lezat setempat. The Rinjani Trek Centre di trailhead menawarkan display, kegiatan ekowisata, dan informasi pengunjung. Desa panduan, termasuk beberapa perempuan lokal, mengantar kunjungan ke desa tradisional yang berdekatan, tiga air terjun, dan sejumlah Desa Walks. Sirkuit termasuk satu jam sawah berteras dan Air Terjun Walk, atau menemukan highlights dari Senaru dalam setengah hari yang indah Senaru Panorama Walk.

Sembalun Lawang
Sembalun Lawang diatur dalam kaldera kuno dan subur di sebelah timur Gunung. Rinjani, rute akses yang lebih disukai untuk summiteers. Tanah yang kaya menghasilkan kebun pasar kualitas tinggi tanaman, termasuk bawang putih yang terkenal dan beras, pokok petani lokal. Aktivitas seismik dipantau setiap hari pada pemerintah Pusat Vulkanologi Rinjani.

Lembah yang indah dari Sembalun juga dikenal dengan bukit berjalan-jalan, baru-baru ini dipulihkan desa tradisional, artis dan budaya aktif penenun lokal.

Beberapa rumah tinggal (Losmen) tersedia akomodasi dan jasa perjalanan berbasis di Taman Rinjani Information Centre. Juga bertanya tentang jalan-jalan lokal: Desa di Sembalun Lawang Walk, untuk mengalami keindahan pemandangan desa dan / atau Wildflowers Sembalun Walk, selama dua hari satu malam berjalan kaki untuk melihat bunga-bunga liar di Propok di Gunung Rinjani National Park.


Bagi orang-orang Lombok, Sasak dan Bali sama, Mt. Rinjani dihormati sebagai tempat suci dan tempat kediaman dewa. Danau kawah adalah tujuan ziarah bagi puluhan ribu setiap tahun. Tempat peziarah persembahan dalam air dan mandi pergi penyakit di mata air panas. Bagi pengunjung, tiga hari Rinjani Trek rute dari Senaru ke tepi kawah, turun ke danau kawah kemudian ke Sembalun Lawang, dianggap salah satu yang terbaik treks di Asia Tenggara. Trekker berjiwa petualang bertujuan untuk puncak, mencapai yang terbaik dari Sembalun Lawang kembali setelah empat hari untuk Senaru.

Puncak Gunung Rinjani diyakini oleh masyarakat Lombok sebagai tempat bersemayam ratu jin, penguasa gunung Rinjani yang bernama Dewi Anjani. Dari puncak ke arah tenggara terdapat sebuah kaldera lautan debu yang dinamakan Segara Muncar. Pada saat-saat tertentu dengan kasat mata dapat terlihat istana Ratu Jin.











































sumber: http://www.korindo-network.com

Gunung Gede Pangrango dan keindahanya

Tentunya Anda tau dan pernah mendengar tentang keindahan Gunung Gede Pangrango…!!




Gunung Gede Pangrango adalah salah satu taman
nasional yang dimiliki Indonesia yang berada di Jawa Barat.
Gunung ini merupakan gunung di Jawa Barat dengan ketinggian 2958 m di atas permukaan laut (dpl) untuk Gunung Gede dan 3019 mdpl untuk Gunung Pangrango. Gunung Gede Pangrango dapat dicapai dari Jakarta melalui tol Jagorawi, dan masuk jalur Puncak dan memakan waktu sekitar dua jam (jika tidak macet).

Gunung Gede sangat cocok bagi para pemula untuk mencoba melakukan pendakian pertamanya. Treknya cukup moderat, tidak terlalu berat tetapi juga tidak terlalu ringan. Gunung Gede memiliki jalur yang berkarakter berbeda-beda dan lengkap. Kami melakukan pendakian agak memutar melalui Gunung Putri karena treknya jauh lebih ringan dibandingkan dengan melalui jalur Cibodas.

Jalur Gunung Gede Pangrango terdapat beberapa jalur yang harus di jalani Oleh para pendaki salah satunya yaitu jalur Cibodas

  • Trek tanah liat dan berbatu
    Trek ini mengawali perjalanan mulai dari villa tempat
    kami bermalam di Gunung Putri. Jalur ini tanah liat biasa dengan kiri kanan adalah kebun sayur-sayuran. Setelah lepas dari kebun sayur, kami disambut jalur berbatu tajam. Pada waktu berangkat, jalur ini tidak terasa berat, tetapi pada waktu pulang, jalur ini sangat terasa menyakiti kaki.
  • Trek Tangga Berundak-undak
    Setelah menyeberangi sungai kecil, deretan tangga berundak yang cukup curam menyambut kami hingga gerbang taman nasional Gede Pan
    grango. Jalur ini waktu naik adalah yang paling ringan, tetapi pada waktu turun menjadi yang paling berat.
  • Trek tanah dalam hutan
    Jalur pendakian berikutnya berkarakter tanah liat dengan
    kemiringan sekitar 10 hingga 30 derajat dengan hutan lebat di kiri kanan. Hawanya sejuk. Pandangan terbatas karena kabut sering terjebak di situ. Banyak tempat licinsaya dua kali terpeleset dan hampir terperosok. Jalur ini berakhir di shelter bernama Buntut Lutung.
  • Trek akar-akaran dengan kemiringan 40 derajat
    Wajarlah kalau shelte
    r ditempatkan di Buntut Lutung. Setelah
    Buntut Lutung karakter treknya bertambah berat dan panjang. Jalur dibuat di sela-sela akar-akar pohon yang sangat membantu pendakian. Suasana angker sangat kentara. Saya tak akan berani lewat jalur ini kalau sendirian saja. Porter saya, Mas Mahmud, bercerita kalau malam sebelumnya ada pendaki perempuan kesurupan karena membuang pembalut wanita sembarangan di sini. Jalur ini berakhir di shelter bernama Simpang Maleber.
  • Trek akar-akaran dengan kemiringan 60 derajat
    Jalur setelah Simpang Maleber adalah jalur yang paling berat waktu naik ke atas. Jalur yang menguras tenaga, nafas, sekaligus persediaan air minum. Sebagian besar jalur ini dilalui dengan merangkak dan mema
    njat melalui akar-akar di kanan kiri. Siapa yang takabur di trek-trek sebelumnya akan dibuat takluk di trek ini.


Alun-Alun Surya Kencana, GEDE PARANGO











Sedikit
Pengalaman


Setelah melakukan perjalanan melelahkan dari jalur Cibodas dan sampai juga puncak Gunung Gede akhirnya kami langsung meneruskan perjalanan ke surya kencana


karna di sanalah bisa mendapatkan air, memang sangat melelahkan melakukan pendakian tetapi setelah mendirikan tenda dan berada di dalamnya di temani kopi hangat rasa lelah itu bisa hilang dan ada hanya kepuasan dari diri. Istirahat semalaman dan bangun di pagi hari syukur matahari pada waktu itu sangat bersahabat, sunrise muncul dengan indahnya. Setelah tiga hari di puncak lalu saya turun melalui jalur Cibodas yang jalurnya indah untuk turun sampai ke Cibodas memakan waktu empat - lima jam kami bersama crew E-miNET akhirnya sampai juga di Cibodas perasaan lega,senang,puas pokoknya mantap....!!
kami rasakan dan meninggalkan yang indah.













Gunung Semeru

Keindahan alam Gunung Semeru

Koordinat: 8°06′43″LS,112°55′20″BT

Gunung Semeru
Semeru.jpg
Semeru, 1985
Tinggi 3.676 meter (12.060 kaki)
Letak Jawa , Indonesia
Koordinat 8°6′28.8″LS,112°55′12″BT
Jenis Stratovolcano (aktif)
Letusan terakhir 2008 (berlanjut)
Rute pendakian termudah Gubugklakah, Burno

Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.

Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Posisi gunung ini terletak diantara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55' BT.

Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.

Daftar isi

[sembunyikan]

Perjalanan

Diperlukan waktu sekitar empat hari untuk mendaki puncak gunung Semeru pulang-pergi. Untuk mendaki gunung semeru dapat ditempuh lewat kota Malang atau Lumajang. Dari terminal kota malang kita naik angkutan umum menuju desa Tumpang. Disambung lagi dengan Jip atau Truk Sayuran yang banyak terdapat di belakang pasar terminal Tumpang dengan biaya per orang Rp.20.000,- hingga Pos Ranu Pani.

Sebelumnya kita mampir di Gubugklakah untuk memperoleh surat ijin, dengan perincian, biaya surat ijin Rp.6.000,- untuk maksimal 10 orang, Karcis masuk taman Rp.2.000,- per orang, Asuransi per orang Rp.2.000,-

Dengan menggunakan Truk sayuran atau Jip perjalanan dimulai dari Tumpang menuju Ranu Pani, desa terakhir di kaki semeru. Di sini terdapat Pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan. Bagi pendaki yang membawa tenda dikenakan biaya Rp 20.000,-/tenda dan apabila membawa kamera juga dikenakan biaya Rp 5.000,-/buah. Di pos ini pun kita dapat mencari porter (warga lokal untuk membantu menunjukkan arah pendakian, mengangkat barang dan memasak). Pendaki juga dapat bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranu Pani juga terdapat dua buah danau yakni danau Ranu Pani (1 ha) dan danau Ranu Regulo (0,75 ha). Terletak pada ketinggian 2.200 mdpl.

Setelah sampai di gapura "selamat datang", perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki, juga ada jalur pintas yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam.

Jalur awal landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting diatas kepala.

Setelah berjalan sekitar 5 Km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi Edelweis, lalu akan sampai di Watu Rejeng. Disini terdapat batu terjal yang sangat indah. Pemandangan sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus. Kadang kala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak semeru. Untuk menuju Ranu Kumbolo masih harus menempuh jarak sekitar 4,5 Km.

Ranu Kumbolo

Di Ranu Kumbolo dapat mendirikan tenda. Juga terdapat pondok pendaki (shelter). Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan matahari terbit disela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung belibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2.400 m dengan luas 14 ha.

Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. Meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah di belakang ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Dari balik Gn. Kepolo tampak puncak Gn. Semeru menyemburkan asap wedus gembel.

Selanjutnya memasuki hutan Cemara dimana kadang dijumpai burung dan kijang. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang.

Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun.

Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 1 jam pulang pergi. Di Kalimati dan di Arcopodo banyak terdapat tikus gunung.

Untuk menuju Arcopodo berbelok ke kiri (Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo berada pada ketinggian 2.900m, Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir.

Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo.

Siang hari angin cendurung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.

Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.

Gas beracun

Puncak Mahameru

Di puncak Gunung Semeru (Puncak Mahameru) pendaki disarankan untuk tidak menuju kawah Jonggring Saloko, juga dilarang mendaki dari sisi sebelah selatan, karena adanya gas beracun dan aliran lahar. Suhu dipuncak Mahameru berkisar 4 - 10 derajad Celsius, pada puncak musim kemarau minus 0 derajad Celsius, dan dijumpai kristal-kristal es. Cuaca sering berkabut terutama pada siang, sore dan malam hari. Angin bertiup kencang, pada bulan Desember - Januari sering ada badai.

Terjadi letusan Wedus Gembel setiap 15-30 menit pada puncak gunung Semeru yang masih aktif. Pada bulan Nopember 1997 Gn.Semeru meletus sebanyak 2990 kali. Siang hari arah angin menuju puncak, untuk itu hindari datang siang hari di puncak, karena gas beracun dan letusan mengarah ke puncak.

Letusan berupa asap putih, kelabu sampai hitam dengan tinggi letusan 300-800 meter. Materi yang keluar pada setiap letusan berupa abu, pasir, kerikil, bahkan batu-batu panas menyala yang sangat berbahaya apabila pendaki terlalu dekat. Pada awal tahun 1994 lahar panas mengaliri lereng selatan Gn.Semeru dan meminta beberapa korban jiwa, pemandangan sungai panas yang berkelok- kelok menuju ke laut ini menjadi tontonan yang sangat menarik.

Iklim

Secara umum iklim di wilayah gunung Semeru termasuk type iklim B (Schmidt dan Ferguson) dengan curah hujan 927 mm - 5.498 mm per tahun dengan jumlah hari hujan 136 hari/tahun dan musim hujan jatuh pada bulan November - April. Suhu udara dipuncak Semeru berkisar antara 0 - 4 derajat celsius.

Suhu rata-rata berkisar antara 3°c - 8°c pada malam dan dini hari, sedangkan pada siang hari berkisar antara 15°c - 21°c. Kadang-kadang pada beberapa daerah terjadi hujan salju kecil yang terjadi pada saat perubahan musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Suhu yang dingin disepanjang rute perjalanan ini bukan semata-mata disebabkan oleh udara diam tetapi didukung oleh kencangnya angin yang berhembus ke daerah ini menyebabkan udara semakin dingin.

Taman nasional

Gunung ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional ini terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273,3 Hektar. Terdapat beberapa gunung di dalam Kaldera Gn.Tengger antara lain; Gn.Bromo (2.392m) Gn. Batok (2.470m) Gn.Kursi (2,581m) Gn.Watangan (2.662m) Gn.Widodaren (2.650m). Terdapat empat buah danau (ranu): Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo, Ranu Darungan.

Flora yang berada di Wilayah Gunung Semeru beraneka ragam jenisnya tetapi banyak didominir oleh pohon cemara, akasia, pinus, dan jenis Jamuju. Sedangkan untuk tumbuhan bawah didominir oleh Kirinyuh, alang-alang, tembelekan, harendong dan Edelwiss putih, Edelwiss yang banyak terdapat di lereng-lereng menuju Puncak Semeru. Dan juga ditemukan beberapa jenis anggrek endemik yang hidup di sekitar Semeru Selatan.

Banyak fauna yang menghuni gunung Semeru antara lain : Macan Kumbang, Budeng, Luwak, Kijang, Kancil, dll. Sedangkan di Ranu Kumbolo terdapat Belibis yang masih hidup liar.

Pendaki pertama

Orang pertama yang mendaki gunung ini adalah Clignet (1838) seorang ahli geologi berkebangsaan Belanda dari sebelah barat daya lewat Widodaren, selanjutnya Junhuhn (1945) seorang ahli botani berkebangsaan Belanda dari utara lewat gunung Ayek-ayek, gunung Inder-inder dan gunung Kepolo. Tahun 1911 Van Gogh dan Heim lewat lereng utara dan setelah 1945 umumnya pendakian dilakukan lewat lereng utara melalui Ranupane dan Ranu Kumbolo seperti sekarang ini.

Legenda gunung Semeru

Menurut kepercayaan masyarakat Jawa yang ditulis pada kitab kuna Tantu Pagelaran yang berasal dari abad ke-15, Pulau Jawa pada suatu saat mengambang di lautan luas, dipermainkan ombak kesana-kemari. Para Dewa memutuskan untuk memakukan Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India ke atas Pulau Jawa.

Menurut orang Bali Gunung Mahameru dipercayai sebagai Bapak Gunung Agung di Bali dan dihormati oleh masyarakat Bali. Upacara sesaji kepada para dewa-dewa Gunung Mahameru dilakukan oleh orang Bali. Betapapun upacara tersebut hanya dilakukan setiap 8-12 tahun sekali hanya pada waktu orang menerima suara gaib dari dewa Gunung Mahameru. Selain upacara sesaji itu orang Bali sering datang ke daerah Gua Widodaren untuk mendapat Tirta suci.

Aktivitas

12 Juni 2006, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Maritim Tanjung Perak Surabaya, mencatat gempa vulkanik dengan kekuatan 1,8 Skala Richter (SR) akibat aktivitas Gunung Semeru (3.676 mdpl)[1].

sumber: http://www.kapanlagi.com