Pages

Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 2

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 3

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

4.4.11

Lama Waktu Hubungan Sex Suami Istri

Lama Waktu Yang Ideal Untuk Hubungan Intim Suami Istri
Banyak yang bertanya-tanya mengenai berapa lama waktu ideal dan sehat saat melakukan hubungan intim pasangan suami istri (pasutri).

Dilansir Tribunnews, mengutip keterangan Dr Trina, ada yang menyatakan seorang pria harus bisa bertahan semalaman saat berhubungan intim dengan istrinya.

Namun, secara umum, meski kedekatan saat ngeseks memang nikmat namun tidak semua perempuan suka. Alasanya, klitoris tidak berada di dalam vagina. Jadi sekadar berhubungan intim untuk bagian genital sepanjang malam hanya melahirkan kebosanan.

Ini juga menjadi sesuatu yang nyata ketika tak cukup pemanasan bagi perempuan untuk membuat bagian organ intimnya terangsang dan mengeluarkan cairan. Bagian vagina seperti tabung. Jika terangsang maka vagina akan terbuka seperti balon dan menghasilkan cairan lubrikasi.

Jadi, jika vagina istri tidak bisa terangsang sedikitnya 15-20 menit saat pemanasan maka akan membuat hubungan intim menjadi tak nyaman.

Secara rata-rata, bagi pasutri, jika pemanasan berlangsung dengan baik maka perempuan akan mencapai klimaks dengan kurun waktu 10-5 menit. Meski demikian sejumlah penelitian menyatakan rata-rata hubungan seks bertahan dari tiga sampai tujuh menit. Agar hubungan intim bertahan lama, fokus pada pemanasan yang beragam dan berhenti sejenak ngeseks dengan melakukan kegiatan erotis lainnya.

source : http://www.blognya-musthofa.co.c

Mitos Malam Pertama

10 Mitos Malam Pertama Yang Salah
Malam pertama bagi sering dinanti-nantikan oleh pasangan pengantin baru terutama pengantin pria nya. Hal ini pasti sangat mendebarkan dan sering tersembunyi cerita lucu di dalamnya. Akan tetapi ternyata tidak sedikit anggapan keliru tentang malam pertama ini yang didapatkan dari mitos-mitos yang beredar di masyarakat. Hal ini lah yang sering menyebabkan para pengantin baru kurang menikmati malam pertamanya di rumah baru nya.

Dibawah ini adalah beberapa mitos yang sering beredar tentang malam pertama.

Mitos 1 : Selalu menyakitkan

Mitos yang satu ini biasanya menghantui kaum hawa. Namun fakta ini sering tidak benar karena hubungan seks yang pertama kali dilakukan tidak selalu harus menimbulkan rasa sakit. Memang ada kalanya bisa terjadi rasa sakit akibat respon seksual belum terjadi secara sempurna. Solusi terbaik adalah dengan melakukan foreplay terlebih dahulu agar wanita menjadi rileks dan terangsang sehingga rasa sakit saat berhubungan bisa dihindari.

Mitos 2 : Penentu keberhasilan

Malam pertama dianggap sebagai penentu keberhasilan seks di malam-malam berikutnya. Hal ini tidak benar karena tidak ada hubungan nya kegagalan yang pertama kali tersebut dengan apa yang terjadi di kemudian hari. Kegagalan di malam pertama bisa terjadi akibat gugup dan kurangnya penagalaman dan hal ini sudah bisa dihindari seiring dengan berjalan nya waktu.

Mitos 3 : Sehebat film biru

Bagi yang suka menonton film biru sering membayangkan berhubungan seks di malam pertama akan sehebat adegan di film biru yang seakan-akan selalu memberikan kesan yang indah, heboh, dan hebat. Dan tentunya anggapan ini salah. Bahkan tidak dianjurkan menjadikan adegan film porno sebagai pembelajaraan dan acuan keberhasilan hubungan seks. Masing-masing pihak membutuhkan ketenangan, belaian yang tidak terburu-buru, dan penyelesaian psikologi yang baik. Terutama terhadap wanita, sang pria perlu mengetahui respon seksual yang baik pada wanita haruslah lengkap, dan hal ini membutuhkan waktu yang lama, yaitu sekitar 30 menit.

Mitos 4 : Ejakulasi Dini selalu terjadi saat malam pertama

Tentu saja mitos ini salah! Ejakulasi dini ini bisa terjadi kapan saja, bukan saja hanya di malam pertama. Ejakulasi dini terjadi akibat gairah yang terlalu tinggi dan kurangnya foreplay.

Mitos 5 : Size does matter ?!

Banyak yang beranggapan ?size does matter? (ukuran akan berpengaruh) yakni semakin besar ukuran Mr. P semakin puas sang istri. Hal ini menyebabkan tidak sedikit suami yang khawatir akan ukuran nya di malam pertamanya. Akan tetapi faktanya, besar-kecilnya ukuran bukanlah hal yang bisa memuaskan pasangannya, melainkan kekerasan Mr. happy itu sendiri.

Mitos 6 : Selalu nikmat

Sebelum menikah, banyak orang terutama kaum remaja sering menggangap seks itu nikmat. Oleh sebab itu tidak sedikit yang kecewa dengan malam pertamanya. Keindahan malam pertama yang sering dibayangkan ternyata tidak terjadi dikarenakan kurang memahami seksualitas secara benar. Apalagi apabila salah satu pihak hanya memikirkan kenikmatannya sendiri secara egois sehingga hal ini menyebabkan malam pertama tidak seindah yang dibayangkan.

Mitos 7 : Perawan = berdarah

Mitos inilah yang paling sering beredar di masyarakat bahkan sempai sekarang sebagian besar pria masih mempercayainya. Sang istri dianggap masih perawan hanya apabila adanya keluar darah saat berhubungan seks pertama kali. Hal ini salah dan menyesatkan.

Mitos ini sering membuat banyak kaum wanita khawatir bagaimana apabila dirinya tidak mengeluarkan darah dan menimbulkan kecurigaan suami padahal dirinya benar masih perawan. Fakta sebenarnya, apabila istri mendapatkan respon seksual yang sempurna, semua organ reproduksinya melentur. Bukan lah tidak mungkin kalau selaput dara istri tetap utuh dimalam pertama bahkan bisa saja sampai menjelang melahirkan baru selaput darahnya sobek.

Mitos 8 : Tidak Puas berarti gagal
Memang secara idealnya, saat berhubungan seks kedua belah pihak bisa menikmati dirinya dan pasangan. Akan tetapi pada kenyataannya, justru lebih banyak pasangan yang gagal berhubungan seks saat malam pertama akibat pengetahuan seksualitas yang minim. Pada umumnya, kenikmatan bukan didapati pada malam pertama tetapi kenikmatan ini muncul setelah berhari-hari mencoba, sekitar 10-14 hari.

Mitos 9 : Sobeknya selaput dara merupakan tanda keberhasilan

Seperti yang telah dijelaskan dimitos nomor 7, belum tentu selaput dara akan sobek saat malam pertama. Mitos no.9 ini salah bahkan yang benar adalah sebaliknya karena selaput dara yang sobek saat malam pertama merupakan tanda terjadinya kegagalan respon seksual pada istrinya. Dalam artian, sang istri belum terangsang sempurna saat penetrasi terjadi.

Mitos 10 : Wajib minum obat kuat

Mitos satu sudah pasti tidak benar. Kenapa harus meminum obat kuat kalau yang bersangkutan masih kuat? Obat-obatan pendukung kegiatan seksual tidak dianjurkan untuk dikonsumsi jika yang bersangkutan tidak memerlukannya. Malah kalau sang pria sudah mengonsumsi obat ini akan memberikan perasaan bahwa dirinya tidak siap atau tidak mampu melakukannya. Sama hal nya juga dengan mitos untuk memakan daging kambing untuk meningkatkan gairah. Kenyatan nya sebenarnya bukan lah daging kambing yang membuat gairah seks meningkat, akan tetapi bumbu-bumbu yang berasal dari rempah-rempah lah yang mungkin mempengaruhi gairah seks anda.

Sumber : http://forum.vivanews.com

5 Gaya Seks Yang Di Sukai Cewek

5 Gaya Ngeseks Paling Disukai Wanita
Wanita sangat menyukai seks. Bahkan beberapa wanita sebagian menginginkan lebih sering bercinta dibanding pasangan prianya. Beberapa posisi seks sangat digilai oleh wanita karena posisi tersebut menciptakan keseimbangan yang sempurna antara kesulitan dan kesenangan yang maksimal.

Berikut ini 5 gaya ngeseks yang paling disukai wanita seperti di ungkap oleh Askmen.
1. Private lap dance
Kebanyakan wanita senang posisi diatas untuk satu alasan, yaitu membuatnya merasa tanggung jawab terhadap kepuasan pasangannya. Usaha selama berhubungan seks itu baginya bagai minuman yang memabukkan.

2. Comfort zone
Lebih dikenal dengan posisi misionaris. Tekniknya pihak wanita berbaring terlentang, menyebarkan kakinya dengan lutut Anda di antara kedua pahanya, minta ia untuk melipat jari jemari tangan dan meletakkan di belakang kepalanya. Kemudian, tunjukkan padanya serangan yang bisa Anda buat selama pasangan Anda menguasai teknik tersebut.

3. Stand at erection
Teknik gaya ini adalah pihak wanita duduk di atas permukaan yang tingginya sejajar dengan pinggan Anda, seperti meja dapur, mesin cuci, dan sebagainya. Kesenangan akan lebih maksimal jika kedua kaki wnita tersebut dibuka lebar untuk bisa melingkari pinggang Anda.

4. Spooning it
Posisi yang biasa disebut posisi sendok akan membuat seks makin hebat. Tak heran jika posisi ini benar-benar digilai oleh para wanita. Seranglah wanita dari belakang tubuhnya. Karena seorang wanita suka saat punggungnya bersentuhan dengan dada pria. Nah dalam posisi ini, selain sang wanita sangat menyukainya, sang pria pun bisa bermain-main dengan payudara dan klitorisnya.

5. Stoop doggy dog
Teknik posisi ini adalah sang wanita membungkuk atau dalam posisi merangka dan sang pria melakukan penetrasi dari belakang. Tapi, sang wanita akan semakin suka dimana selama penetrasi dari belakang, sang pria turut menindih tubuhnya sambil memainkan jari-jemari Anda diantara paha dan klitorisnya.

Source : http://www.blognya-musthofa.co.cc

20.3.11

Tips Mencegah Vagina Kering Saat Berhubungan

Vagina Kering, Seks Tidak Nyaman

Vagina kering memang kerap menjadi masalah dalam melakukan hubungan seksual, seperti yang dialami istri anda, dia jadi kesakitan akibat penetrasi anda, sehingga hubungan seksual anda berdua pun jadi tidak nyaman.

Perlu ditelusuri apa yang menyebabkan ini semua.

Vagina kering merupakan gejala adanya ketidak seimbangan kimiawi dan biologis pada vagina. Kimia alami vagina dan seimbangnya jumlah bakteri sangat penting untuk mendapatkan mucosa yang sehat. Kimia alami itu normalnya sedikit asam, dengan pH 4,0 sampai 5,0.

Ada banyak faktor yang dapat mengganggu keseimbangan kimia alami dan menimbulkan problem pada vagina. Yang paling sering terjadi adalah akibat terlalu seringnya seorang wanita mencuci (mengeringkan bagian dalam vagina) dan menggunakan cairan atau semprotan pembersih daerah kewanitaan. Terjadinya ketidak-seimbangan kimiawi dan biologis vagina bisa menyebabkan infeksi (vaginitis) mudah terjadi.

Vagina kering juga biasa ditemui pada penggunaan antibiotik, stres, diet tinggi karbohidrat, perubahan hormonal dan kehamilan atau penggunaan pil kontrasepsi dan iritasi kimia.

Keseimbangan kimia dan biologi vagina harus selalu terjaga, sehingga vagina tidak boleh terlalu kering maupun basah, keduanya dapat memicu terjadinya infeksi kelamin.
Gejala dari infeksi vagina, seperti: gatal-gatal dan iritasi di daerah vagina dan vulva, bau yang tidak biasa, dan nanah.

Berikut hal-hal yang dapat dilakukan untuk membantu istri anda mengatasi keluhan vagina keringnya :
1. Konsumsi gizi seimbang, yang rendah gula.
2. Menjaga kesehatan secara umum dengan cukup tidur, berolahraga, melepaskan tekanan emosi.
3. Menjaga kebersihan secara teratur (tidak berlebihan) dengan:
* a) mandi secara teratur menggunakan sabun yang lembut;
* b) mengeringkan tubuh dengan handuk dari arah depan ke belakang (dari arah vulva ke anus);
* c) memakai pakaian dalam bersih dari bahan katun (bahan nilon terlalu menyimpan panas dan menimbulkan kelembaban berlebihan yang mendorong tumbuhnya bakteri);
* d) menghindari penggunaan cairan atau semprotan pembersih vagina, kertas toilet berwarna, mandi busa, dan handuk milik orang lain;
* e) pastikan bahwa tangan maupun kelamin anda berdua bersih dan sehat.
4. Pastikan bahwa istri anda bisa mengalami lubrikasi (basah) secara alami sebelum terjadi koitus. Jika tidak dapat secara alami, gunakan lubrikan yang larut air.
5. Gunakan kondom saat berhubungan seksual.

Melakukan pemeriksaan area sekitar vagina sangat disarankan, untuk mengetahui dengan pasti apakah telah terjadi infeksi dan agar apapun infeksinya bisa diketahui sedini mungkin (sehingga pengobatan bisa segera diupayakan).
Apabila terjadi infeksi, biasanya akan terjadi gejala perubahan pada warna daerah sekitar vagina menjadi lebih merah, kadang disertai bau yang kurang sedap maupun rasa gatal.

Segera konsultasikan keadaan istri anda ke Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi jika dicurigai ada yang tidak biasa terjadi pada daerah sekitar kelamin. Minta pemeriksaan dan penjelasan tentang apa yang terjadi, serta bagaimana mengatasinya, jangan sampai keadaan jadi makin parah.

Persiapan Sebelum Menikah

Kebanyakan orang yang menyatakan dirinya ‘belum siap menikah’ menjadikan penghasilan sebagai alasan dari ketidaksiapannya. Karena merasa belum mapan dan belum bisa menanggung kehidupan keluarga, maka ia merasa belum mampu untuk menikah. Menariknya, kebanyakan orang yang menyatakan dirinya ‘siap nikah’ pun ternyata menjadikan penghasilan sebagai alasan dari keyakinannya. Ia sudah memiliki pekerjaan tetap dengan gaji yang bagus, dan karenanya ia merasa yakin telah mampu berkeluarga.



Siap atau tidak siap itu sangat relatif. Yang menarik adalah bagaimana sebagian umat Islam menjadikan faktor finansial sebagai acuan bagi kesiapan menikah. Tentu ada benarnya pendapat yang mengatakan bahwa faktor ini bisa mempengaruhi kesiapan menikah, terutama bagi laki-laki. Tapi tidak tepat juga kalau dikatakan bahwa hanya faktor inilah yang menentukan kesiapan tersebut.



“Kamu sudah siap menikah?”



“Insya Allah siap. Alhamdulillaah sekarang saya sudah punya pekerjaan tetap dan saya rasa gajinya mencukupi untuk keperluan sehari-hari keluarga.”



“Apa yang akan kamu lakukan dengan anak dan istrimu nanti?”



Biasanya dialog akan terhenti di sini karena yang ditanya merasa pertanyaannya kurang jelas. Sebenarnya pertanyaan ini cukup sederhana saja. Pertanyaannya : apa yang akan kita perbuat dengan anak-istri kita? Pertanyaan ini perlu diajukan untuk menyelidiki visi seseorang tentang sebuah pernikahan.



Gerangan apakah pernikahan itu? Apakah sekedar memilih pasangan hidup yang tampan dan cantik? Apakah sekedar pelarian untuk memuaskan kebutuhan biologis? Apakah sekedar untuk mencari teman curhat permanen? Atau sekedar coba-coba? Semua itu bisa dijawab kalau kita memiliki sebuah visi yang jelas perihal pernikahan. Sebagai seorang pemimpin dalam keluarga, maka laki-laki dituntut untuk memiliki visi yang jelas.



Dalam Islam, keluarga bisa membawa manusia kepada dua ekstrem. Jika kita membina keluarga dengan baik dan semua anggota keluarga tersebut menjadi saleh, maka sudah pasti surga akan menjadi tempat berkumpul keluarga kita kelak. Sebaliknya, kalau kita rajin melaksanakan amal-amal saleh pribadi namun mengabaikan keadaan anak-istri kita, maka bisa jadi kita akan ikut diseretnya ke neraka. Kita berdoa semoga seluruh anggota keluarga kita bisa saling tarik menuju surga.



Sekarang, masalahnya jauh lebih kompleks daripada sekedar penghasilan. Seorang laki-laki harus sadar bahwa melangkah kepada pernikahan berarti membebani dirinya sendiri dengan sebuah tanggung jawab yang besar, yaitu tanggung jawab pendidikan. Ia wajib memikirkan dengan serius tentang kemampuannya mendidik anak-istrinya kelak. Otomatis, ia pun harus memikirkan keadaan dirinya terlebih dahulu. Bagaimana mungkin orang yang tidak terdidik bisa mendidik orang lain?



Jadi, masalah pertama yang harus dipikirkan adalah keadaan diri sendiri. Sudahkah kita menjadi laki-laki yang saleh? Sudahkah kita terbiasa melakukan shalat berjamaah? Sudahkah kita membaca Al-Qur’an secara teratur setiap harinya dengan bacaan yang baik? Sudahkah kita membiasakan tersenyum dan bertutur kata sopan dengan orang lain? Sudahkah kita melaksanakan shalat malam secara rutin? Sudahkah kita memahami ajaran-ajaran Islam? Sudahkah kita mengenal Allah dengan baik?



Kedengaran berlebihan? Tentu saja tidak. Ketika kita membesarkan anak, maka kita harus paham bahwa pengajaran agama sepenuhnya adalah tanggung jawab kita, bukan sekolah. Sudah banyak bukti bahwa pelajaran agama Islam di sekolah sangat jauh dari cukup. Jangan merasa siap menjadi orang tua jika belum siap menjadi pendidik!



Bagaimana dengan istri? Justru masalah inilah yang harus dipikirkan terlebih dahulu, karena istri (tentu saja) hadir lebih dulu daripada anak. Bagaimana cara mendidik istri? Sudahkah kita memahami keadaan psikologis perempuan (yang jelas berbeda dengan laki-laki)? Sudahkah kita memahami kecenderungan-kecenderungan mereka? Sudahkah kita membuat rencana bagaimana harus mendidik istri? Sudahkah kita merencanakan untuk membiasakan shalat malam berjamaah? Sudahkah kita berpikir bagaimana mencegahnya agar tidak ikut-ikutan bergabung dalam forum gosip tetangga? Sederet pertanyaan lainnya akan segera bermunculan jika kita membuka pikiran kita, insya Allah.



Tulisan ini sama sekali tidak bermaksud untuk menakut-nakuti saudara-saudara yang telah siap menikah. Justru saya berharap mereka yang akan segera menikah segera mengevaluasi lagi kesiapannya dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan sebelum hari ‘H’ itu tiba. Laki-laki yang siap menikah juga harus siap menjadi kepala keluarga, pembuat keputusan, pendidik, pemimpin, pemberi rasa aman, suri tauladan, suami dan ayah yang baik. Adapun bagi mereka yang belum siap, hanya ada satu kata : Siapkanlah!



Saya juga sedang bersiap-siap.
Source : http://akmal.multiply.com