Mulai usaha warnet

Seperti yang sudah saat saya bahas sebelumnya, berikut ini adalah tambahan yang sering sekali di pertanyakan oleh teman-teman yang ingin memulai buka usaha warnet.

moga saja bisa membantu, dan selamat membuka warnet....


PROSEDUR

Tidak ada prosedur yang terlalu rumit yang harus dilewati, jika pun ada biasanya prosedur perijinan. Dalam hal ini mungkin perijinan usaha dan pendirian tower (jika diperlukan). Khusus untuk perijinan tower, mungkin akan menemui sedikit hambatan jika masyarakat sekitarnya masih kurang edukasi mengenai keberadaan tower. Sejak kasus robohnya tower TV7 waktu lalu, perijinan mendirikan tower cukup mengalami hambatan (tergantung daerah masing-masing/kota).

Informasi yang diperoleh dari beberapa pelanggan, untuk warnet / MPG kecil (dibawah 10 PC) hanya perlu ijin dari lingkungan sekitar. Sedangkan untuk warnet / MPG skala besar biasanya diminta diperlukan ijin usaha.

Atau bisa juga dengan menggunakan telkom speedy, yang penggunaanya menggunakan kabel lan ke setiap masing-masing unit tanpa menggunakan tower. Biasanya setiap 10 PC menggunakan paketan 2 mb khusus untuk browsing,chating ataupun download.

BANDWIDTH
Ada dua macam bandwidth yang bisa dipilih, mix bandiwdth (koneksi internasional dan lokal) atau IIX (koneksi ke situs lokal Indonesia). Pada dasarnya pricing policy ditiap daerah tidak dapat disamaratakan, mengingat biaya bandwidth antar kota tidak sama. Tergantung kemana ISP yang bersangkutan melakukan koneksi, dengan cara apa dan bagaimana. Untuk sekedar gambaran harga bandwidth, bisa dilihat di website ISP yang ada di masing-masing kota.

Bagaimana memperkirakan kebutuhan bandwidth untuk warnet kita ? Gampang saja, kebutuhan bandwidth minimum setiap PC di warnet kurang lebih adalah 4-8kbps. Untuk kebutuhan Multiplayer Game, bandwidth minimum setiap PC adalah 8kbps. Jadi sebuah warnet dengan 10 buah PC akan membutuhkan bandwidth sekitar 40Kbps s/d 80Kbps sedangkan multiplayer game online akan memerlukan bandwith minimum 80Kbps. Bila bandwithnya kurang dari angka-angka ini, akses di warnet akan lambat, bahkan untuk game online akan sering terputus/reset.

Ada beberapa istilah yang sering digunakan oleh ISP dalam mendeskripsikan besaran bandwidth, yaitu istilah CIR (Commited Information Rate), clear channel dan sharing/burstable. CIR adalah istilah yang menyatakan minimum besarnya bandwidth yang dijamin bisa kita terima.
Jika kita membeli bandwidth 64Kbps dengan CIR juga 64Kbps maka bandwidth itu dikatakan 64Kbps clear channel. Sebaliknya kalau kita membeli bandwidth 64Kbps dengan CIR 32Kbps maka bandwidth itu dikatakan burstable atau share (dibagi).

Bandwidth sebesar 64Kbps share 2 artinya bandwidth tersebut dibagi dengan 2 pelanggan warnet lainnya (mis: warnet A dan warnet B). Jika warnet A tidak sedang menggunakan, maka warnet B dapat menikmati bandwidth sebesar 64kbps, namun jika keduanya sedang aktif, maka masing-masing hanya dapat menikmati bandwidth sebesar 32kbps (CIR = 32Kbps). Hal yang sama berlaku untuk bandwidth 64Kbps share 4 (CIR = 16Kbps).

Tanyakan dengan detail mengenai besaran bandwidth ini kepada ISP yang anda pilih. Ada beberapa ISP kurang terbuka mengenai hal ini karena masalah persaingan harga. Pada dasarnya harga bandwidth tidak bisa terlalu jauh perbedaannya, karna memang supplier-nya terbatas. Jadi lakukan pengetesan terhadap besarnya bandwidth yang dipilih. i berkali-kali pada waktu yang berbeda beda untuk mengukur konsistensi besarnya bandwidth yang diperoleh.

BIAYA
Biaya yang dikeluarkan tergantung dari beberapa hal, diantaranya:

  • Sewa tempat

  • Jumlah PC

  • Besarnya bandwidth/telkom speedy

  • Tower

Jumlah PC akan mempengaruhi besarnya bandwidth yang diperlukan. Rata-rata warnet mematok bandwidth 4kbps per PC untuk menghitung besarnya bandwidth yang akan diambil. Dengan perhitungan ala warnet konvensional, biasanya dengan jumlah 10 PC barulah bisnis warnet tersebut dapat terasa menguntungkan dari sisi finansial. Untuk harga tower, di Bandung berkisar 1,1 – 1,3 juta per stack (1 stack = 5 meter). Perbedaan harga ini dipengaruhi dari jenis towernya sendiri, lokasi pendirian tower dan grounding yang diperlukan. Disarankan untuk warnet agar minimum grounding mencapai 1 ohm.

OPERASIONAL
Biaya bulanan yang harus diperhitungkan adalah mencakup biaya bandwidth bulanan, gaji operator, biaya listrik.

  • biaya bandwidth = Rp. 5 juta-an untuk 15 PC

  • biaya speedy (jika ada)= Rp 1.250.000 15 PC
  • Biaya listrik = Rp. 50.000 / PC

  • Gaji operator (jika ada) = Rp. 300.000

  • Biaya perawatan = Rp 50.000 / PC

  • Biaya sewa tempat (jika ada) Rp 10 jutaan/tahun

Dibawah ini adalah gambaran dari warnet saya sendiri

  • jumlah PC 12 pc
  • Telkom speedy Rp. 825.000 per bulan

  • Biaya listrik Rp. 1.500.000 per bulan
  • Operator: -

  • Tarif warnet Rp. 2.500 per jam

  • Lama operasional: 10 jam per hari per PC.

  • Pendapatan dari warnet: (Rp. 2.500 x10 jam) = Rp. 300.000 per hari x 30 hari = Rp. 9.000.000,- per bulan

OPERATING SYSTEM
Amannya memang menggunakan software dengan lisensi. Harga Windows original yang kami peroleh dari Multicom, Bandung adalah: USD80 (home) dan USD140 (professional). Harga tersebut adalah untuk 1 PC dan biasanya warnet memilih paket Home saja.
Untuk menghindari sweeping dari Microsoft, maka warnet yang menggunakan software windows harus mengisi MSRA (Microsoft Software Rental Agreement) yang merupakan pernyataan penggunaan bersifat komersil.

Jika ingin yang free, bisa menggunakan Linux. User biasanya merasa tidak familiar dengan Linux, padahal untuk aktivitas web-base cukup nyaman menggunakan linux. Tinggal bagaimana cara kita meng-edukasi para user saja.

KENDALA
Beberapa orang menanyakan hambatan apa saja yang ada dalam bisnis ini. Mungkin lebih tepat jika kita sebut kendala. Dalam operasionalnya, ada musim tertentu dimana pengunjung warnet cenderung sepi. Saat itu pemasukan lebih kecil sedangkan fixed-cost tetap harus keluar. Biaya bandwidth dengan system lump-sum jelas cukup menyulitkan pemilik warnet dari sisi cash-flow. Alangkah baiknya jika ISP yang digunakan dapat memberikan fasilitas down-grade bandwidth ketika musim sedang sepi. Sebaiknya sebelum menandatangani kontrak berlangganan, tanyakan masalah ini kepada pihak ISP. Beda lagi dengan speedy musim apapun juga tidak pernah berpengaruh kendalanya hanya di kabel lan saja terkadang tidak konek antisipasinya cukup menata rapih kabel agal tiak terinjak-injak dan kabel pada posisi aman.

LAIN-LAIN
Sekedar tambahan, disarankan agar pemilik warnet jangan meremehkan masalah Kontrak Berlangganan, karena dengan adanya Kontrak maka ISP seharusnya dapat menjamin Service Level Agreement atas kualitas koneksi. Beberapa warnet merasa nyaman dengan tidak ada Kontrak, padahal itu dapat merugikan pengusaha warnet itu sendiri karena tidak ada jaminan kualitas koneksi yang dijanjikan.dan jangan lupa berdo'a agar semua usaha bisa berjalan lancar.

2 comments

weti 24 Oktober 2009 21.29

Thanks masukannya. Saya salah satu orang yg ingin terjun di bisnis internet. Namun saat ini saya msh terganjal dgn keyakinan diri/ada kekhawatiran bhw suatu saat keinginan orang yg pergi ke warnet akan berkurang mengingat sekarang sdh byk operator telpon yg menawarkan kartu yg bisa bt ngenet sendiri di rumah unlimited dgn harga yg bersaing..
Laptop Murah Berkualitas, Lowongan Kerja di Bali

De'bary EmiNET 16 November 2009 02.53

Sama-sama thang's to dah mo komen di blog saya...
salah satu kendala orang orang yang ingin buka usaha adalah takut kalau bisnisnya itu merosot karna persaingan tetapi bisnis warnet insya Allah ga bakal gagal...
karna warnet dah jadi kebutuhan sehari-hari bahkan ada juga yang sudah menyandu..
"jangan takut dengan orang yang buka jaringan internet sendiri di rumah...."
karna walau gimanapun enakan maen internet di warnet di banding maen di rumah.....(pengalaman teman)

Poskan Komentar

 

Copyright © 2011 Forum Warnet Bekasi | Powered by Blogger | Template by 54BLOGGER